Inovasi tak lagi sekadar wacana di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Sekelompok siswa jurusan Teknik Pemesinan berhasil membuktikan kemampuan mereka dengan menciptakan sepeda motor drag listrik rakitan sendiri yang sukses diuji di lintasan terbuka. Hasilnya? Bukan hanya melaju, tapi juga mencetak kecepatan yang mencengangkan.
Uji coba dilakukan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 15.00 WIB di kawasan Pantai Depok, tepatnya di ujung landasan yang dimanfaatkan sebagai lintasan lurus. Dengan panjang lintasan sekitar 201 meter, motor listrik ini melesat hingga mencapai top speed 134,4 km/jam — angka yang melampaui ekspektasi awal.
Dirakit Sendiri, Performa Tidak Main-Main
Motor drag listrik ini bukan hasil produksi pabrikan, melainkan karya murni siswa yang dirancang dengan pendekatan minimalis namun bertenaga. Spesifikasinya menunjukkan keseriusan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik:
- Baterai: 72V 40Ah (Lithium)
- Motor: Mid-drive BLDC 4.000W (peak >6 kW)
- Controller: 72V 200A (output ±14.400W)
- Performa Teoritis: ±90–120 km/jam (tergantung rasio gear)

Namun menariknya, hasil uji di lapangan justru melampaui performa teoritis, membuktikan bahwa desain dan tuning yang dilakukan siswa mampu menghasilkan efisiensi dan tenaga optimal.
Pantai Jadi Saksi Inovasi Anak Bangsa
Pemilihan lokasi di Pantai Depok bukan tanpa alasan. Karakter lintasan yang lurus dan cukup panjang memberikan ruang ideal untuk menguji akselerasi dan kecepatan maksimal. Di tengah hembusan angin pantai selatan, motor listrik ini melaju tanpa suara bising mesin, hanya meninggalkan jejak kecepatan dan decak kagum.
Dari Sekolah ke Teknologi Masa Depan
Proyek ini menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan teknologi masa depan. Di tengah tren global menuju kendaraan ramah lingkungan, langkah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia siap mengambil peran.
Lebih dari sekadar uji coba, ini adalah pesan kuat:
inovasi bisa lahir dari ruang kelas, dan masa depan otomotif bisa dimulai dari tangan siswa.


































































