SMK Muhammadiyah 3

Belajar Mengelola Sekolah dan Mengembangkan Program Unggulan, SMK HMPTI Lampung Kunjungi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta


Yogyakarta — Menjalin silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam mengelola sekolah menjadi tujuan kunjungan SMK HMPTI Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung ke SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kedua sekolah untuk saling berbagi pengalaman, terutama dalam pengelolaan sekolah, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), pengembangan program unggulan, hingga upaya meningkatkan daya tarik sekolah di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis.

SMK HMPTI Banjar Agung merupakan sekolah menengah kejuruan yang berada di Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Hidayah Masyarakat Peduli Trans Insani (YMPTI) dan memiliki beberapa program keahlian, di antaranya Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, serta Desain Komunikasi Visual.

Ingin Melihat Langsung Pengelolaan Sekolah

Dalam sambutannya, Suryo Wiyoto, S.Pd., Kepala Yayasan SMK HMPTI Lampung, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Selain melihat kegiatan belajar mengajar, rombongan juga ingin mendapatkan gambaran mengenai bagaimana sekolah dikelola sehingga dapat terus berkembang, tetap eksis, dan mampu menjaga jumlah peserta didik.

Menurut Suryo, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi jajaran pengelola SMK HMPTI untuk melakukan berbagai perbaikan di sekolah.

Ia juga berharap pertemuan tersebut dapat menumbuhkan semangat bagi seluruh jajaran sekolah untuk terus melakukan perubahan dan berusaha menjadi lebih baik.

Hal tersebut menjadi perhatian penting bagi sekolah kejuruan. Di tengah perkembangan dunia kerja dan teknologi yang begitu cepat, SMK tidak cukup hanya memberikan pembelajaran di dalam kelas. Sekolah juga perlu terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia industri dan harapan masyarakat.

Saling Berbagi Praktik Baik

Menanggapi hal tersebut, Setyo Harmadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan bagi kedua sekolah untuk saling berbagi.

Menurutnya, setiap sekolah tentu memiliki pengalaman dan keunggulan masing-masing. Hal-hal baik yang sudah berjalan di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dapat dipelajari dan dikembangkan oleh SMK HMPTI sesuai dengan kondisi sekolahnya. Begitu pula sebaliknya, pengalaman dari SMK HMPTI juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Salah satu hal yang dibagikan dalam pertemuan tersebut adalah pengalaman sekolah dalam mengembangkan Penerimaan Peserta Didik Baru melalui sistem inden.

Konsep ini terinspirasi dari pengalaman sejumlah SD Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang memiliki nilai tambah sehingga mampu menarik minat masyarakat sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai.

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta kemudian mencoba mengembangkan pendekatan serupa dengan menawarkan berbagai nilai tambah kepada calon peserta didik dan orang tua.

Nilai tambah tersebut antara lain melalui kelas industri, hubungan yang lebih dekat dengan dunia kerja, peluang lulusan untuk direkrut oleh industri, serta penguatan pendidikan keislaman.

Sekolah juga terus berupaya memberikan bekal yang tidak hanya berkaitan dengan kompetensi kejuruan. Salah satunya adalah memberikan perhatian pada kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an.

Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga memiliki karakter dan bekal keagamaan yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Melihat Langsung Jurusan TKJ dan TSM

Setelah sesi sambutan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa jurusan, di antaranya Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Sepeda Motor (TSM).

Di jurusan TKJ, rombongan SMK HMPTI mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah program unggulan yang dikembangkan untuk memperkuat kompetensi peserta didik.

Di antaranya adalah MikroTik Academy, AWS Academy, dan Axioo Class Program.

Melalui berbagai program tersebut, peserta didik tidak hanya belajar mengenai jaringan komputer dari sisi teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi dan mengenal kebutuhan dunia industri.

Pembelajaran TKJ mencakup berbagai kompetensi, mulai dari instalasi dan konfigurasi jaringan, administrasi server, keamanan jaringan, hingga perakitan dan troubleshooting komputer maupun laptop.

Kehadiran program seperti MikroTik Academy dan AWS Academy juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal teknologi yang digunakan secara luas di dunia kerja. Sementara Axioo Class Program menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan antara sekolah dengan industri teknologi.

TSM Kembangkan TEFA Bengkel dan Kelas Industri Honda

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Di jurusan ini, rombongan melihat secara langsung pengembangan Teaching Factory (TEFA) bengkel sepeda motor, baik untuk sepeda motor konvensional maupun sepeda motor listrik.

Melalui TEFA, peserta didik belajar dalam suasana yang dibuat mendekati kondisi bengkel sebenarnya. Mereka tidak hanya belajar memperbaiki kendaraan, tetapi juga mengenal prosedur kerja, penggunaan peralatan, keselamatan kerja, pelayanan kepada konsumen, hingga tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Pengembangan kompetensi tersebut juga diperkuat melalui kelas industri Honda. Kehadiran kelas industri memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal standar kerja dan perkembangan teknologi otomotif yang digunakan di dunia industri.

Kerja sama dengan industri menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran di jurusan TSM. Dengan pengalaman tersebut, peserta didik diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai dunia kerja sebelum mereka benar-benar memasuki industri.

Dari Silaturahmi Menjadi Inspirasi

Kunjungan SMK HMPTI Banjar Agung ke SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta bukan sekadar kunjungan untuk melihat fasilitas sekolah.

Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, sekaligus mencari inspirasi dari pengalaman yang sudah dilakukan masing-masing lembaga.

Mulai dari bagaimana menarik minat calon peserta didik, mengembangkan program unggulan, membangun kerja sama dengan industri, hingga menyiapkan lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Bagi SMK HMPTI, pengalaman yang diperoleh selama berada di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan sekolah di masa mendatang.

Sementara bagi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat berbagai program yang telah berjalan sekaligus berbagi pengalaman dengan sekolah lain.

Pada akhirnya, semangat yang terbangun dalam pertemuan kedua sekolah adalah saling belajar dan saling menguatkan.

Sebab, sekolah yang terus berkembang adalah sekolah yang tidak berhenti belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani mencoba hal-hal baru demi memberikan layanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didiknya.

Dengan semangat tersebut, silaturahmi antara SMK HMPTI Banjar Agung dan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta diharapkan tidak berhenti pada satu kali kunjungan, tetapi dapat menjadi awal dari hubungan dan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Ada pertanyaan atau komentar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *