SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjalin kerjasama strategis dengan PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo) melalui program Axioo Class Program, yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri teknologi. Program ini menjadi inisiatif penting dalam mempersiapkan siswa SMK agar siap kerja langsung di sektor teknologi informasi dan komunikasi.
Pembentukan Axioo Class Program bermula dari tantangan yang dihadapi Axioo dalam merekrut tenaga kerja siap pakai. Banyak calon karyawan memerlukan pelatihan ulang sebelum memasuki industri, sehingga perusahaan ini memutuskan untuk mengintegrasikan modul pelatihan internalnya ke dalam lingkungan pendidikan. SMK menjadi institusi yang paling responsif terhadap inisiatif ini, termasuk SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang bergabung dalam jaringan kerjasama Axioo. Hingga kini, sekitar 1.300 SMK, universitas, dan politeknik di seluruh Indonesia telah terlibat dalam program ini, dengan fokus pada pembangunan Teaching Factory (TEFA) yang mensimulasikan lingkungan produksi industri di kelas.
Dalam kerjasama ini, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menerapkan penyelarasan kurikulum dengan mitra industri, termasuk Axioo, untuk memastikan materi pembelajaran selaras dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan seperti workshop praktikum perakitan perangkat komputer, notebook, dan tablet menjadi bagian integral dari program. Selain itu, guru-guru di sekolah ini mendapatkan pelatihan melalui Axioo Education, yang bekerja sama dengan Intel dalam kurikulum Intel Skills for Innovation, untuk meningkatkan kemampuan mengajar berbasis teknologi.
Program ini juga melibatkan validasi sertifikasi bertaraf internasional, memungkinkan siswa memperoleh pengakuan kompetensi yang diakui oleh industri.
Bagi siswa yang mengikuti Axioo Class Program di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, terdapat sejumlah keuntungan signifikan yang mendukung pengembangan karir mereka. Pertama, siswa memperoleh pengembangan keterampilan praktis melalui simulasi produksi di TEFA, seperti perakitan laptop, perbaikan perangkat, dan pemahaman alur layanan pelanggan di pusat servis. Hal ini membantu siswa menguasai teknologi terkini dan memahami dinamika industri secara langsung.
Kedua, program ini menyediakan kesempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai divisi Axioo, termasuk produksi, riset dan pengembangan (R&D), IT, pemasaran, dan komunikasi. Setiap tiga bulan, kuota PKL dibuka untuk sekitar 100 peserta, dengan potensi ekspansi melalui jaringan mitra industri. Siswa dapat berkontribusi ide-ide segar, seperti strategi pemasaran atau perencanaan konten, yang sering kali diadopsi oleh perusahaan.
Ketiga, keuntungan utama adalah peluang kerja. Sekitar 40 persen peserta PKL berprestasi tinggi direkrut langsung oleh Axioo atau direkomendasikan ke mitra industri lainnya. Ini tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja, tetapi juga memperkuat ikatan antara pendidikan vokasi dan sektor teknologi, sehingga siswa lulus dengan pengalaman industri yang solid sejak bangku sekolah.
Kerjasama ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi, sebagaimana ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan demikian, Axioo Class Program di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif di era digital.


































































