Pesantren Kilat Siswa di Pondok Pesantren Al Hadid Gunung Kidul

Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/smkmu379/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).
<p>Ujian semester gasal sudah selesai. Laporan Hasil Belajar Siswa sudah disampaikan kepada orang tua/wali siswa. Saatnya menikmati liburan bersama keluarga selama kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya masuk kembali. Sebanyak 20 Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memilih mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan sekolah bekerja sama dengan PP Al Hadid Gunung Kidul. Kegiatan pesantren kilat ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Pimpinan Pondok Pesantren Al Hadid, Ustadz Yusuf Ismail Al Hadid menyambut baik niat anak-anak memperdalam ilmu agama untuk mengisi waktu liburan mereka. Anak-anak ikhlas meluangkan waktu sejenak, meninggalkan hingar bingar kemeriahan dunia untuk merenungi apa saja yang telah mereka lakukan selama ini. Selama di pondok pesantren anak-anak dibekali bahwa hidup tidak hanya saat ini. Ada kehidupan lainsetelah di dunia ini. Apapun yang dilakukan saat ini akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu diharapkan sebelum melakukan segala sesuatunya anak-anak diminta untuk memikirkan dampak baik buruknya. Kegiatan rutin selama di pondok pesantren adalah tadarus Al Quran. Anak-anak dibimbing untuk lebih fasih dalam membaca Al Quran. Tidak hanya bisa membaca Al Quran namun dibekali untuk lebih fasih baik bacaannya, hukum-hukum bacaannya, makhroj dan sebagainya. Anak-anak secara bergantian juga dilaih untuk mengisi kultum, praktek dakwah secara langsung untuk melatih mental dan keberanian mereka dalam menebarkan kebaikan walaupun hanya dengan satu ayat. Selain itu pembiasaan bangun di waktu sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan sholat tahajud juga rutin dilakukan setiap harinya. Di tengah dinginnya udara pegunungan di daerah sekitar pesantren dalam balutan selimut tebal dan dibangunkan untuk bersimpuh di hadapan Allah yang Maha segalanya. Hal ini menjadikan anak-anak merasakan bahwa hidup tidak selamanya enak. Terkadang harus merasakan bagaimana dinginnya suatu malam, dinginnya air wudhu atau bahkan panasnya terik matahari, laparnya perut dan sebagainya. Sebuah perenungan bagi semua, terutama peserta pesantren kilat bahwa akhir dari perjalanan hidup ini adalah mati. Oleh karena itu mencari bekal sebanyak-banyaknya sebelum mati adalah kebutuhan kita masing-masing. Mereka diajarkan bagaimana harus bersikap pada orang yang lebih tua, ayah ibu, guru, kakak kelas, saudara dan juga orang-orang di sekitar kita.</p>
Slider Image: 

logoindustri.png

Go to top